Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, mengingatkan bahwa kebiasaan duduk yang tidak ergonomis saat bekerja dapat memicu nyeri pinggang bahkan pada usia muda.
Ia menjelaskan, pada kelompok usia lanjut, nyeri pinggang umumnya disebabkan faktor penuaan. Namun pada usia muda, kondisi tersebut lebih sering dipicu oleh faktor kebiasaan, termasuk posisi tubuh saat bekerja maupun aktivitas sehari-hari.
“Misalnya gangguan pada (posisi tubuh yang) ergonomis dalam pekerjaan, atau aktivitas fisik sehari-hari yang dilakukan. Jadi, tidak hanya karena faktor penuaan,” kata Alfariq di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, lower back pain atau nyeri pinggang terjadi ketika seseorang mempertahankan posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam waktu lama, baik saat bekerja di kantor maupun saat beraktivitas di rumah.
“Ini juga termasuk pada aktivitas fisik di rumah, sehingga kita tidak hanya melihat atau mengevaluasi itu hanya pada kantor saja. Itu berakumulasi sehingga menimbulkan gangguan pada pinggang ataupun punggungnya,” ujarnya.
Ia menyarankan posisi duduk ergonomis, seperti menjaga layar komputer sejajar dengan pandangan mata agar tidak membebani leher dan punggung.
Selain itu, ia juga menganjurkan untuk melakukan peregangan atau relaksasi setiap 2 jam selama 5–10 menit untuk mengurangi ketegangan otot akibat duduk terlalu lama.
Menurutnya, posisi tubuh yang buruk dalam jangka panjang dapat mempercepat gangguan pada struktur tulang belakang.
Sebagai pencegahan, ia menyarankan penerapan pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pemenuhan asupan nutrisi seperti kalsium, protein, dan vitamin D.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026